8 Hal yang Terjadi jika Tubuh Manusia Kekurangan Air

8 Hal yang Terjadi jika Tubuh Manusia Kekurangan Air

Air merupakan elemen yang sangat penting bagi tubuh manusia. Ada 60%-70% kandungan air yang ada di tubuh manusia tentu kekurangan air itu sendiri akan berakibat tidak baik bagi tubuh kita.

Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat pada 2016 mencatat bahwa banyak masyarakat yang kurang terhidrasi setiap harinya, baik kurang mengkonsumsi air maupun kurang mengkonsumsi makanan yang bisa menghidrasi seperti buah atau sayur.

Ada banyak hal yang terjadi ketika tubuh kita kurang terhidrasi. Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Insider:

1. Bau mulut
Ketika kurang minum air, bau nafas seseorang seringkali menjadi kurang sedap dan lebih bau ketimbang ketika orang tersebut minum banyak air.

Sebuah interview pada laman Everyday Health, seorang profesor bidanv kedokteran di The McGovern Medical School, University of Texas Health Science Center, Dr. John Higgins, MD menjelaskan, bakteri bisa tumbuh jika kelenjar saliva tidak memproduksi saliva dalam jumlah yang cukup. Pertumbuhan bakteri yang berlebihan tersebut bisa menyebabkan bau mulut.

Air membantu tubuh memproduksi saliva dalam jumlah cukup. Jadi, jika kamu kurang minum, produksi saliva juga akan berkurang.

2. Masalah buang air besar
Kurang minum mungkin membuat kita jarang ke kamar mandi untuk buang air kecil terlalu sering. Namun, kurang air juga bisa mengganggu rutinitas buang air besar.

Ahli gizi teregistrasi Isabel Smith, RD menjelaskan kepada Redbook bahwa air membantu makanan melalui sistem pencernaan dan juga membantu pembentukan feses untuk disalurkan ke usus besar.

"Jadi, kurang air bisa menyebabkan feses kita menjadi kering dan sulit dikeluarkan," ujarnya.

Lancar buang air besar sangat penting bagi kesehatan. Jadi, menambah asupan air ketika konstipasi atau sembelit bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan.

3. Perubahan warna urin
Jika urin berubah warna menjadi gelap atau kamu mencium perbedaan bau yang agak kuat, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa tubuhmu kekurangan air.

Perubahan ini bisa terjadi secara segera dan merupakan tanda awal dehidrasi, seperti diungkapkan oleh Medical Daily.

4. Gangguan berpikir
Ada banyak organ tubuh yang bergantung pada air untuk berfungsi dengan efektif dan sehat, termasuk otak.

Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup air, maka kita bisa saja mengalami gangguan berpikir.

Dalam sebuah wawancara bersama Shape Magazine, ahli gizi teregistrasi Liz Weinandy menjelaskan, hal itu dipicu tidak hanya karena otak kekurangan cairan namun juga karena kita kekurangan elektrolit dan mineral lainnya. Seperti potasium, yang sangat penting untuk kesehatan serta fungsi otot.

5. Sakit kepala
Kurang minum juga bisa menyebabkan sakit kepala, seperti dijelaskan oleh Medical News Today. Ketika kamu merasakan sakit kepala, minum segelas air bisa mengurangi sakit kepalamu, membuatmu merasa lebih baik, lebih mudah fokus, dan bisa menjalani hari.

6. Kelelahan
Kamu mungkin menyadari bahwa tubuhmu agak kelelahan ketika kurang minum. Menurut Healthline, kurang minum akan membuat tubuh merasa lesu, seperti kurang tenaga.

Daripada mengambil kopi atau teh, cobalah ambil segelas air. Bisa jadi rasa lelah itu muncul karena tubuhmu kurang terhidrasi.

7. Kembung
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa minum terlalu banyak air bisa menyebabkan perut kembung. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya.

Minum segelas air tambahan justru bisa membantu gejala kembung. Ahli gizi teregistrasi Leslie Bonci, RD menjelaskan kepada Redbook bahwa ketika kita kurang minum, tubuh akan cenderung berusaha menahan air. Itulah yang membuat kita merasa kembung.

8. Haus
Hal ini terlihat sebagai penyebab yang paling jelas ketika seseorang kurang minum. Peneliti Harris Lieberman, PhD menjelaskan kepada Shape bahwa minum sejumlah air bisa mengatasi rasa haus tersebut.

Namun, makan makanan dengan tingkat hidrasi tinggi juga bisa membantu mengurangi rasa haus. Laman Helath menyebutkan beberapa di antaranya seperti mentimun, kembang kol, selada, bayam, dan buah-buahan seperti melon atau buah berry.