Memilih Mobil MPV untuk Keluarga? Jangan Abaikan 4 Hal Ini

Mitsubishi

Bagi Anda yang mempunyai keluarga dengan banyak anggota, memiliki mobil keluarga dengan kategori MPV (Multi Purpose Vehicle) tentu menjadi sebuah impian. Dengan ruang yang luas, serta kapasitas kabin yang besar, mobil MPV mampu menampung penumpang 7 hingga 8 orang. Inilah yang menjadi alasan kuat mobil MPV menjadi mobil yang banyak diincar setiap keluarga. Alhasil tidak sedikit produsen mobil yang kemudian berlomba-lomba menawarkan promo terbaik mereka, termasuk promo terbaik Mitsubishi.

Hal tersebut tentu akan membuat calon konsumen kebingungan ketika dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Apalagi memilih mobil keluarga bukanlah hal yang mudah karena ada banyak sekali faktor yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk membeli mobil keluarga.

Memilih Mobil MPV untuk Keluarga

Lantas, faktor apa saja sebenarnya yang perlu dipertimbangkan agar tidak salah memilih mobil MPV untuk keluarga? Berikut rangkumannya!

1. Kapasitas mobil sesuai dengan jumlah penumpang

Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih mobil untuk keluarga adalah jumlah seat yang tersedia. Jika kali ini Anda berencana membeli mobil keluarga, maka memastikan jumlah seat adalah keharusan. Mobil keluarga yang tepat adalah mobil yang bisa menampung seluruh anggota keluarga yang ada. Pilihlah mobil MPV yang memiliki seat sesuai dengan kebutuhan serta memiliki ruang yang luas.

Sebuah mobil keluarga yang ideal biasanya akan memiliki kapasitas ruang yang luas sehingga memungkinkan keluarga Anda untuk memuat barang-barang yang banyak di dalam mobil.

2. Kapasitas mesin mobil sesuai kebutuhan

Dalam memilih mobil MPV, Anda juga perlu mempertimbangkan kapasitas mesin mobil. Kapasitas mesin mobil dibagi dalam beberapa besaran volume mesin yakni 1.000 cc, 1.300 cc, dan diatasnya. Semakin besar kapasitas mesin yang dimiliki, tentu tenaga yang dihasilkan pun akan semakin besar.

Jika keluarga Anda sering melakukan perjalanan jauh dengan medan ekstrim dan muatan banyak, tentu mobil yang diperlukan adalah mobil MPV dengan kapasitas mesin besar agar mobil bisa lebih optimal dalam melakukan perjalanan.

3. Kenyamanan mobil yang dipilih

Dalam berkendara membawa keluarga, selain perlu memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan, Anda juga perlu memperhatikan faktor kenyamanan. Apalagi jika penumpangnya adalah lansia, ibu hamil, atau anak-anak. Dimana mereka biasanya akan cepat lelah ketika melakukan perjalanan.

Maka dari itu ketika berencana membeli mobil MPV untuk keluarga, maka pastikan mobil yang Anda pilih tidak hanya luas. Melainkan juga memiliki seat yang empuk, AC yang sejuk, serta ruang yang luas agar keluarga Anda tetap bisa bergerak di dalam mobil.

4. Fitur Keamanan yang tersedia pada mobil

Setiap mobil tentu memiliki fitur keamanannya sendiri. Mobil keluarga seharusnya memiliki fitur keamanan yang mumpuni seperti sabuk pengaman pada setiap seat, hingga automatic lock pada setiap jendela untuk keamanan anak-anak. Beberapa mobil MPV bahkan telah memiliki fitur Airbag serta sistem Anti-lock Braking System.

Itu dia beberapa faktor yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih mobil MPV untuk keluarga. Jika sudah mendapatkan gambaran mobil apa yang akan Anda beli dengan memikirkan pertimbangan-pertimbangan diatas, maka cobalah melihat promo mobil MPV yang tersedia. Karena tentu akan banyak sekali penawaran yang menggiurkan. 
Jadi, tunggu apalagi? Jangan sampai salah pilih, ya!

Beberapa Pemain Top yang Hancur Setelah Pindah Klub

Fhilippe Coutinho

Dalam sepak bola, membuat keputusan untuk bertahan atau pindah ke klub lain merupakan hal yang fatal bagi tiap pesepak bola profesional. Layaknya berjudi, pindah klub juga demikian. Nah bagi kamu yang selalu ingin tau berita bola ataupun sejarah sepak bola dunia, Kali ini kami akan membahas beberapa pemain bintang sepak bola yang bersinar dan hancur setelah pindah klub. Berikut diantaranya.

Michael Owen
Michael Owen merupakan ikon Liverpool. Sebelum Steven Gerrard berada tim senior, Owen sudah lebih dulu terkenal. Owen bahkan langsung jadi mesin gol Liverpool dan top skor Liga Inggris sejak usianya masih belasan. Owen memutuskan pindah dari Liverpool karena tergiur dengan proyek Los Galacticos Real Madrid pada 2004/2005.

Ironisnya, Owen malah tidak bisa bertahan lama di Real Madrid dan hanya semusim mengenakan kostum putih milik Los Blancos. Kepedihan semakin terasa karena di musim 2004/2005, Liverpool justru mampu menjadi juara Liga Champions.

Andri Shevchenko
Andriy Shevchenko merupakan bomber andalan AC Milan di tahun 1999 hingga 2006. Shevchenko mampu mencetak 127 gol dari 226 penampilan di Serie A bersama AC Milan. Striker asal Ukraina itu juga pernah menjadi bagian penting saat AC Milan memenangkan Liga Champions pada 2003. Dia juga membantu AC Milan dalam memenangkan Serie A pada 2003/04.

Aka tetapi, reputasinya sebagai striker mematikan di Eropa hancur setelah menerima pinangan dari Chelsea pada 2005 dengan mahar 30 juta pound sterling, yang merupakan harga yang mahal pada saat itu. Schevchenko hanya mampu mencetak 9 gol dari 48 penampilan di Liga Inggris.

Ricardo Kaka
Pemenang Ballon d’Or dan gelar-gelar prestisius bersama AC Milan kembali jadi korban krisis finansial di Italia. Kaka yang notabene betah di San Siro dan sejajar dengan legenda klub lainnya ‘terpaksa’ dijual ke Real Madrid pada 2009 dengan mahar super besar.

Presiden yang baru terpilih, Florentino Perez, memulai era Los Galacticos jilid dua dengan mendatangkannya bersama Cristiano Ronaldo. Namun sayang nasib Kaka di Santiago Bernabeu tak ubahnya Michael Owen.

Pemain yang elegan saat bermain itu, bertahan di Madrid hingga 2013 dan jarang bermain akibat cedera serta performanya yang jauh menurun ketimbang di Milan dahulu.

Fhilippe Coutinho
Philippe Coutinho memytuskan untuk meninggalkan Liverpool demi Barcelona di pertengahan musim 2017/2018. Namun keputusan tersebut berdampak fatal. Coutinho kesulitan mendapat tempat utama di Barcelona sedangkan Liverpool menjelma jadi tim yang makin solid sejak datangnya virgil van dijk dan alison baker. 

Dan yang lebih menyedihkan lagi bagi coutinho, Liverpool malah berhasil jadi juara Liga Champions di musim 2018/2019 dengan mengalahkan Barcelona dalam perjalanan menuju juara. Saat ini Coutinho makin gigit jari karena Barcelona rela meminjamkannya ke Bayern Munchen.